Malala Yousafzai, Gadis Pemberani Melawan Pemberontak Taliban

Apakah anda ingat ketika anda berusia 17 tahun ? mungkin ketika waktu usia 17'an anda dan juga termasuk saya sedang asik-asiknya menjalani masa remaja, keluyuran bersama teman-teman, menggosip kesana kemari, intinya sedang menikmati masa-masa yanag sangat indah bagi hampir keseluruhan manusia di muka bumi ini, tapi apa yang terjadi kepada remaja usia 17 tahun di pakistan yang bernama Malala Yousafzai, dia tidak sama seperti kita, dia berjuang melawan ketidak adilan di Negaranya hingga dianugrahi oleh Nobel Perdamaian tahun 2014.

Di Negara tersebut memang telah lama atau banyak sekali pemberontakan yang terjadi, kali ini Taliban yang sangat merajalela dan sangat benggal di Negara tersebut, taliban kerap kali menciderai anak sekolahan hingga melakukan terror ke sejumlah sekolah, termasuk ke sekolah khusus anak pejabat dan konglomerat, seperti yang terjadi pada akhir tahun 2015 lalu.

Ayah Malala (Zianuddin) adalah pengelola sebuah sekolahan khusus wanita yang terdapat di Negara tersebut, pada saat itu pendidikan bagi wanita disana sangat minim, masih terjadi erbedaan gender yang sangat kuat, tidak seperti di Indonesia kesetaraan gender sudah mulai di terapkan, di Pakistan untuk kesetaraan gender pada masa itu sangat jauh dari kata terwujudkan, dimana pendidikan wanita hanya sampai ukuran sekolah dasar kalau menggunakan tekhnis pendidikan di Indonesia.

Kesetaraan gender di Pakistan cukup sedikit terwujudkan dengan adanya sekolah khusus wanita yang dikelola oleh Zianuddin, namun problematika politik dan egoisme sebuah golongan sparatis sedikit menghadang, dan munculah taliban yang ikut terlibat melakukan penentangan terhadap kesetaraan gender yang sangat terlihat kontras ketika mereka menghancurkan dan membuat terror disekolah khususnya sekolah para wanita ini.

Tetapi dengan tekad kuat Zianuddin pun bersikukuh tetap melanjutkan perjuangan atas pendidikan bagi perempuan ini, munculan anak bungsu yang menjadi penyemangat perjuangannya kala itu yaitu Malala Yousafzai yang juga menjadi siswi disekolah yang dikelola oleh ayahnya. Malala mulai melakukan sikap perlawanan kepada taliban dengan pidatonya di kota Peshwar yang menyatakan siap melawan dan sangat menentang aroganisme dari para anggota militan ini.

Suatu Ketika, Zianuddin dihubungi oleh Abdul Hai Kakar, yang telah menjadi teman lama Zianuddin, Abdul Hai Kakar adalah koresponden BBC berbahasa urdu di kota Peshwar, ia perempuan yang bisa menulis catatan harian tentang pengalaman dibawah tekakanan pemberontak taliban.

Dijumpailah seorang gadis yang bersedia menuliskan catatan harian itu, tetapi orang tua gadis tersebut tidak menyetujuinya dengan alasan keselamatan jiwa gadis tersebut terancam jika bersedia menuliskan catatan tersebut. Malala yang mendengar hal itu pun menawarkan diri. 

Aku ingin semua orang tau apa yang terjadi. Pendidikan adalah hak kami. Agama islam menyatakan setiap anak perempuan juga laki-laki seharusnya bersekolah. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an bahwa kita harus mencari ilmu pengetahuan, dan menemukan misteri dunia ini
Itulah perkataan dan pernyataan dirinya siap menuliskan catatam harian dan pengalaman hidup dibawah tekanan taliban, dan diapun mengakui bahwa dirinya belum pernah mempunyai buku harian, dan inilah saatnya, tambahnya lagi.

Sebelum menuliskan catatannya, dia (Malala) banyak berdiskusi dengan Hai Kakar. yang juga membicarakan buku harian milik Anne Frank, Gadis Yahudi berusia 13 tahun yang hidup di bawah penderitaan dan tekanan Nazi pada masa Perang Dunia I. Tulisan pertama Malala yang ditulis di blog BBC berbahasa urdu dipublikasikan tanggal 3 Januari 2009, dia menggunakan nama lain yaitu Gul Makai (Bunga Jagung). Nama itu juga adalah nama tokoh central cerita rakyat suku Pashtun.

Tulisan pertama Malala berjudul "Aku Takut"

“Semalam aku bermimpi melihat begitu banyak helikopter militer dan Taliban. Sungguh menakutkan! Mimpi semacam itu sering muncul setelah di kotaku diadakan operasi militer.”
Setiap hari Malala selalu dilanda ketakutan setiap pergi kesekolah, dia sering merasa dibuntuti oleh salah satu anggota taliban. Pernah ketika pulang dari sekoah, tiba-tiba seseorang berbicara dibelakang Malala "Aku Akan Membunuhmu !!", sontak Mamala pun lari dan ketika menengok kebelakang ia melihat seorang lelaki berbicara lewat ponsel. Malala sedikit tenang karena jarak yang sangat jauh tiba-tiba ketika dia sedang bersembunyi ada 3 orang lainnya yang menghadang dia dengan pukulan serta disertai dengan cacian, tetapi Malala melawan dengan tangan kosong, dan ketika mereka lengah Malala berhasil meloloskan diri dan kabur dari kawanan tersebut, hebatnya gadis ini meskipun hampir nyawanya melayang, dia tetap meneruskan banyak tulisan serta kalimat-kalimat ajakan kepada seluruh Negaranya untuk menyetarakan hak pendidikan antara laki-laki dan perempuan, meskipun dalam tekanan taliban.

Dalam sebuah tulisannya Malala pun pernah menuliskan beberapa curhatannya, termasuk dia kehilangan banyak teman, dari 27 murid dikelasnya, kini tinggal 11, sebagian dari mereka pindah keluar kota beserta keluarganya, seperti Pashwar, Lahore, Rawalpindi. Namun Malala tetap belajar di rumah, terutama sebentar lagi ujian dan dia pun sanagat mengharapkan perubahan.

Tak ada yang berani melawan pemberontak Taliban, laki-laki Dewasa pun tak mampu untuk menuliskan keluh kesah terhadap militan ini karena taruhan menuliskan catatan ini adalah nyawa, dan siapa saja yang berani membicarakan buruk tentang taliban itu berarti dirinya siap mati, tetapi gadis berusia 17 Tahun, berhasil menulis artikel tentang Taliban sebanyak yang dia mau, hingga pernah hampir terbunuh, sungguh mulia perjuangan gadis ini membela hak-hak kaum wanita.
Tags :

Related : Malala Yousafzai, Gadis Pemberani Melawan Pemberontak Taliban

0 Response to "Malala Yousafzai, Gadis Pemberani Melawan Pemberontak Taliban"

Post a Comment

PERHATIAN !!!

Terima Kasih Telah Berkunjung.
Saya sangat senang dengan pengunjung saya yang memberikan komentar setiap kali selesai membaca artikel saya, itu adalah cara untuk memberitahu saya bahwa dia telah membaca artikel saya, dan membuat saya dengan senang hati akan mengunjungi blog pengunjung tersebut (jika pengunjung mempunyai blog)

- Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan
- No Link Aktif
- Boleh Rekomendasi
- Suka ? Bagikan !