Akibat Negatif Dari Tayangan Televisi Indonesia

Fenomena yang memperihantinkan dari tayangan televisi di Indonesia, ketika tayangan yang tidak berkualitas semakin menjadi hiburan, dan tayangan yang seharusnya memberikan informasi yang bermanfaat seakan tergerus oleh informasi yang tidak semestinya.

Banyak sekali efek negatif dari tayangan televisi di Indonesia, mulai dari kecelakaan sampai bencong yang menjadi panutan, kenapa saya menuliskan artikel ini ? karena saya mulai muak dengan apa yang ditayangkan di televisi, jauh sangat berbeda dengan saat saya kecil dulu, tayangan seimbang dan sangat bermanfaat.

Akibat Negatif Dari Tayangan Televisi Indonesia
Saya sudah melakukan survey ke beberapa masyarakat, dan efek yang terjadi banyak sekali, ternyata banyak sekali masyarakat yang sama berfikiran seperti apa yang saya fikirkan, berikut beberapa yang telah saya rangkum :

1. Aksi Yang Tak Semestinya
Kemarin saya melongok keponakan saya yang sedang sakit demam berdarah, dia di rawat di salah satu puskesmas di daerah saya. Saya terkejut dengan apa yang saya lihat, banyak sekali anak kecil usia berkisaran 5-10 tahun yang babak belur, nah loh abisa ngapain ini anak-anak ampe babak belur begini, dan saya lihat pasien yang sama menderita seperti itu sektar 7 orang dari masing-masing daerah.
Saya sempat berfikir, apakah anak-anak ini sengaja janjian untuk jatuh sama-sama. kemudian saya berbincang sedikit dengan ibu-ibu yang berkumpul, dan ternyata ibu-ibu ini adalah orang tua dari para pasien anak-anak tadi, dan mengejutkan bagi saya, ternyata anak-anak tersebut terjatuh dari sepedah dan melakukan aksi yang berbahaya.

Usut punya usut ternyata para anak ini meniru adegan yang ada disinetron menjelang malam, saya tidak tau sinetronnya apa, yang jelas Ibu-ibu tersebut menyebutkan tokoh dari masing-masing pemerannya, dan mengatakan bahwa mereka meniru Si Boy dan Si Udin, entahlah siapa mereka yang pasti mereka membuat efek jelek di dunia penyiaran Indonesia. Ini seharusnya di perhatikan KPI.

2. Acara Musik Yang Lebay
Jika anda pernah menonton TV pagi-pagi, anda pasti pernah melihat acara musik yang kebanyakan ngobrolnya dari pada musiknya, bisa di hitung, acara musik tersebut dalam durasi 2 jam hanya menayangkan musiknya itu cuma 3 sampai 4, dan selebihnya mereka isi dengan ngobrol dan joke yang ah lebay bro.
Mereka tidak kapok kemarin kasusnya Si Neng Zaskia yang menjadi korban akibat game yang acara tersebut. Kalau kalian mau bikin acara ngobrol jangan di iming-imingi musik dong, buat aja acara talkshow aneh ala kalian lah apalah itu. Tidak Relevan bro.

3. Humor Bukan Lagi Humor
Sore-sore nongkrong di depan TV, lihat acara Fac*b**k*r, ini sebenarnya acara humor, tapi ko malah membuka aib-aib orang lain, terus yang mengisi acaranya pada geje, apa lagi ini si supri yang rela di semprot-semprot pake apa itu, dan mereka menertawakannya. What ? orang di bully di tertawakan. Ini budaya yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, efek bully seharusnya di jauhi, ini malah di contohkan di televisi, bagaimana tidak di tiru anak-anak, toh yang memberi contohnya seperti itu, wajar anak-anak Indonesia pintar bully.

4. Impor Produk Luar Negeri
Apakah Indonesia tidak bisa memproduksi sinetron berkelas ? kenapa banyak sekali sinetron impor yang merajai layar televisi Indonesia. Mulai dari pagi, siang, sore hingga malam ada aja sinetron yang memberikan latar luar Negri.
Terus yang menjadi perhatian khusus adalah sinetron seri Uttaran namanya atau apalah itu saya tidak tau. Anda pasti pernah mendengar perkataan seperti ini dari seorang Nenek yang berperan di sinetron tersebut "Demi Dewa, akan ku balas semuanya". Itu kata-kata apa coba ?

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, di islam perkataan seperti itu adalah Murtad, kalian ingin membuat seluruh Indonesia murtad ? seharusnya KPI bisa memperhatikan ke setiap hal kecil seperti ini, sensor dong, kan itu pake dubbing, kenapa tidak diganti saja kata-katanya jangan seperti itu.

5. Sensor yang Tidak Tepat
Sudah lama yang tidak menonton spongebobs pagi-pagi, dan alangkah terkejutnya saya ketika karakter Sandy (tupai betina) yang di sensor bagian dadanya ketika si Sandy tersebut berenang. Ini kartun bro bukan Nikita M. Tapi anehnya lagi tayangan yang seharusnya di sensor kaya sinema korea yang bermesraan padahal itu tayang siang ketika anak-anak sudah pulang sekolah malah tidak kena sensor. Mungkin bagian sensor KPI lebih menganggap Sandy salah satu karakter spongebobs ini lebih mengairahkan dari pada Gadis korea yang cantik.

6. Hilangnya Tayangan Untuk Anak-anak
Sewaktu saya kecil, banyak sekali tayangan yang tersedia untuk anak-anak, mulai dari Tralala Trilili, cilukba, club disney dan lainnya lagi yang memberikan edukasi untuk anak-anak, tapi sekarang mana ? Anak-anak malah kehilangan acaranya, digantikan dengan 5 faktor diatas. Perhatikan juga mereka, buat pemikiran layakna anak-anak jangan sampai anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya.

Mungkin sekian bentuk protes saya kali ini, mohon maaf ini adalah unek-unek yang sangat membabi buta dalam hati saya.

Semoga menjadi perhatian pihak-pihak yang lebih berwenang, terima kasih.
Tags :

Related : Akibat Negatif Dari Tayangan Televisi Indonesia

0 Response to "Akibat Negatif Dari Tayangan Televisi Indonesia"

Post a Comment

PERHATIAN !!!

Terima Kasih Telah Berkunjung.
Saya sangat senang dengan pengunjung saya yang memberikan komentar setiap kali selesai membaca artikel saya, itu adalah cara untuk memberitahu saya bahwa dia telah membaca artikel saya, dan membuat saya dengan senang hati akan mengunjungi blog pengunjung tersebut (jika pengunjung mempunyai blog)

- Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan
- No Link Aktif
- Boleh Rekomendasi
- Suka ? Bagikan !